Oli Transmisi

•December 5, 2008 • Leave a Comment

Seperti yang sudah diketahui, oli memiliki peranan yang cukup penting dalam kendaraan. Oli pun ada beberapa macam jenisnya, seperti oli mesin, oli transmisi, oli gardan, oli/minyak rem, dan juga oli/ minyak power steering. Khusus untuk oli transmisi dikenal ada dua jenis yaitu oli untuk transmisi manual dan matik.

Perbedaan Peran Oli Transmisi Manual Vs Matic
Ada sedikit perbedaan fungsi antara oli transmisi manual dengan oli transmisi matic (otomatis). Pada transmisi manual oli berfungsi hanya sebagai pelumas yang memuluskan kerja komponen pada mesin saja, sedangkan  pada transmisi otomatis, selain bekerja sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi otomatis.

Jadi jika oli transmisi matic terlalu encer atau terlalu kotor, daya lumasnya akan berkurang dan akan menyebabkan oli menjadi cepat panas. Oli yang panas dapat menyebabkan kanvas-kanvas kopling hidrolik dan kanvas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus. Parahnya, kanvas-kanvas tersebut bisa terbakar. Apabila sudah terbakar maka komponen ini tidak bisa lagi meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke penggerak roda. Inilah yang bisa membuat mobil mogok.

Ragam Oli Transmisi Matic (ATF)
Pada mobil bertransmisi otomatis, oli yang dipergunakan adalah yang berjenis ATF (Automatic Transmission Fluid). Ada beberapa macam oli jenis ATF, untuk mobil baru umumnya memakai standard DEXRON II/ DEXRON III. Sedangkan untuk mobil yang umurnya sudah tua (tahun 2000 kebawah), harus melihat rekomendasi dari buku panduan pemilik kendaraan bermotor karena masing-masing jenis ATF tidak compatible dengan yang lain. Tapi selama rekomendasi ATF tipenya sama, berarti interchangeable.

Mesin Penguras Oli

Mesin Penguras Oli

Ganti VS Kuras Oli Transmisi??
Untuk mobil bertransmisi otomatis, arti kata ganti dan kuras tidaklah sama. Kalau ganti oli, hanya membuka baut di karter gearbox. Oli yang terbuang hanya oli yang ada di penampungan bawah dari gearbox, total +/- 2-3 liter. Penggantiannya setiap 10.000 km atau setiap 2x ganti oli mesin. Kalau kuras, oli yang di dalam converter (gelondongan didalam gearbox yang bentuklnya mirip donat) ikut dibuang, total +/- 6-8 liter. Menguras oli matic dilakukan dengan alat khusus yang disebut ATF Changer dan dilakukan dengan mesin mobil dalam kondisi menyala. Pengurasan dilakukan setiap 20.000 km.

Model Sealed Transmision
Pengurasan oli pada mobil bertransmisi matic hanya berlaku untuk transmisi mobil yang tidak memberi fasilitas lifetime waranty di gearbox matic-nya. Untuk mobil-mobil keluaran terbaru & CBU, banyak yang sudah tidak memerlukan penggantian oli transmisi karena mobil-mobil ini umumnya menggunakan transmisi dengan model sealed (tidak ada saluran masuk/buang). Tapi apabila mengalami kerusakan, harus mengganti gearbox-nya. Untuk lebih pastinya tanyakan kebengkel resmi apakah ada life warranty atau tidak dan apakah perlu untuk melakukan penggantian/pengurasan oli transmisinya.

Oli transmisi bisa dikatakan tidak mengalami kontak dengan dunia luar. Jadi kalau oli mesin perlu diganti karena banyaknya kotoran dan properti oli yang berubah karena temperatur, oli transmisi hanya butuh diganti/kuras bila oli tersebut sudah mulai kehilangan lubricity dan additivenya. Namun agar kenyamanan menggunakan kendaraan bertransmisi otomatis menjadi maksimal, selalu ganti/kuras oli transmisi sesuai jarak tempuh meskipun kondisi oli terlihat masih bagus. Usahakan juga untuk memeriksa kuantitas oli secara periodik dan apabila terjadi kekurangan bisa segera ditambahkan dengan oli sejenis.

Cermat memilih Lampu HID

•December 5, 2008 • 1 Comment

Seperti yang sudah diketahui secara luas, lampu HID (High Intensity Discharge) atau yang lebih dikenal dengan nama lampu Xenon mampu menghasilkan cahaya dengan tingkat intensitas yang tinggi. Untuk tingkat keterangan warna dari lampu HID ditentukan oleh satuan derajat Kelvin (K). Sedangkan untuk menyalakan lampu HID diperlukan Ballast yang merupakan alat untuk menyediakan dan mengendalikan voltase lampu termasuk juga untuk menstabilkan aliran listrik.

Jenis/Tipe Lampu HID
Sekarang ini sudah banyak sekali jenis lampu HID dari berbagai merk / tipe dengan kualitas yang berbeda-beda, produksi dan penggunaannya pun saat ini tidak hanya untuk mobil melainkan motor pun sudah bisa. Karena banyak merk dan kualitas yang berbeda-beda inilah kita harus jeli dalam memilih lampu HID untuk diaplikasikan pada kendaraan, terutama buat pengguna mobil.

Untuk jenis/tipe lampu HID yang beredar dipasaran, umumnya terdiri dari lampu-lampu model H1,H3,H4,H7,H8,H11,HB3,HB4. Yang membedakan satu dengan yang lainnya ada pada kedudukan bohlamnya, sedangkan untuk ballast sama semuanya. Model yang umum beredar di Indonesia adalah tipe H4 dimana antara lampu jauh dengan lampu dekat jadi satu.

Tingkat keterangan warna
Lampu HID punya banyak tingkat keterangan yang ditentukan berdasarkan satuan derajat Kelvin (K) dan setiap nilai memiliki warna sinar lampu yang berbeda-beda. Berikut adalah macam warna berdasarkan tingkat derajat Kelvin (K)

  • 4300K   Kuning
  • 5500K   Putih agak kuning
  • 6500K   Putih
  • 8500K   Putih-biru
  • 10000K Biru agak ungu
  • 12700K Ungu
  • 15000K Pink

Memilih Lampu HID
Untuk memilih lampu HID secara benar sangat mudah. “Yang harus dicermati, apabila pada lampu terdapat ballast sudah dipastikan memakai lampu HID” ungkap Didi, juragan dari Circuit, salah satu distributor dari lampu HID dibilangan Pasar Mobil Kemayoran ini. Selain itu juga “Untuk memilih lampu HID yang tepat sebaiknya lebih memperhatikan faktor fungsional kegunaan dari lampu HID tersebut baru faktor fashion” imbuhnya. Lampu HID terkenal dapat tahan lama dan biasanya apabila ada kerusakan yang diganti hanya pada pada bagian yang mengalami kerusakan saja jadi tidak perlu untuk mengganti seluruh komponennya. Tapi tentu saja harus dicek terlebih dahulu bagian mana yang mengalami kerusakan. .

Kompresi Mesin Ditingkatkan, Ada Syaratnya..

•December 5, 2008 • Leave a Comment


Kompresi Mesin Ditingkatkan, Ada Syaratnya..

Kompresi Mesin Ditingkatkan, Ada Syaratnya..

Bagi para pengendara kendaraan bermotor, meningkatkan kompresi (tekanan) atau Engine Compression Ratio pada ruang bakar mesin merupakan salah satu cara untuk dapat meningkatkan performa kendaraan tanpa harus menambahkan parts racing dan mengutak-atik jeroan mesin secara ekstrim. Karena pada prinsipnya, tekanan yang lebih besar dapat menghasilkan ledakan tenaga yang juga lebih kuat. Makanya mobil dengan kompresi mesin yang tinggi, relatif mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Cara Meningkatkan Kompresi
Untuk meningkatkan kompresi pada ruang bakar mesin, secara umum ada dua cara modifikasi yang bisa dilakukan. Cara yang pertama adalah bermain di bagian silinder head, biasanya yang paling mudah dan cepat adalah dengan mengganti paking head yang lebih tipis atau yang sedikit lebih ekstrim adalah dengan memotong atau sering juga dibilang memapas bagian bawah silinder head.

Hasil dari pemapasan bagian bawah kepala silinder adalah volume kubah ruang bakar menjadi mengecil dan membuat tekanan menjadi meningkat. Cara ini paling banyak digemari, karena pengerjaannya yang relatif lebih mudah serta biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu mahal.

Cara kedua adalah dengan mengganti piston dan memakai yang memang sudah memiliki desain untuk membuat perbandingan kompresi mesin yang lebih besar, seperti piston yang bagian atasnya punya kubah yang tinggi atau biasa disebut Piston Dome. Tapi biasanya cara kedua ini jarang dijadikan pilihan karena jauh lebih mahal dan lebih sukar pengaplikasiannya, karena sifatnya sangat kompleks.

Piston Dome

Piston Dome

Syarat Yang Harus Diperhatikan
Meningkatkan atau meningggikan angka perbandingan kompresi pada mesin memang ampuh buat menambah tenaga mobil, tapi ada beberapa hal atau syarat yang harus diperhatikan, seperti :

  1. Dalam melakukan peningkatan kompresi adalah jangan sampai piston beradu dengan klep. Untuk itu ada perhitungan rasio kompresinya, karena rasio kompresi mempunyai titik optimalnya. Salah perhitungan dalam meninggikan kompresi mesin malah dapat membuat tenaga mesin menurun dan mesin bisa rusak akibat piston beradu dengan klep.
  2. Kompresi mesin yang tinggi sangat membutuhkan bahan bakar yang beroktan tinggi. Dan biasanya, untuk kendaraan dengan rasio kompresi diatas 9 :1 sudah tidak bisa lagi memakai bahan bakar beroktan rendah seperti bensin premium karena jika tetap menggunakannya akan menimbulkan gejala knocking atau ngelitik yang dapat merusak mesin.
  3. Jika rasio kompresi dinaikkan otomatis suhu pada mesin juga akan lebih cepat meningkat dengan drastis / lebih panas. Untuk itu radiator harus dijaga agar tetap bisa mendinginkan mesin mobil dengan baik, karena kalau tidak mesin bisa menjadi over heat dan ujung-ujungnya mesin bisa rontok. Pemilihan oli yang baik dan tepat juga akan membantu proses pendinginan komponen didalam mesin lebih baik.

Memahami Fungsi Alternator

•December 5, 2008 • 7 Comments

Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting yaitu Aki, Alternator dan Regulator. Alternator sendiri terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet yang dinamakan stator.

Alternator mulai berfungsi untuk menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan mengkonversi / mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Sedangkan regulator punya fungsi sebagai alat pengatur dan pembatas voltase yang terdiri dari sebuah rangkaian dioda yang dinamakan rectifier serta dua kipas dalam (internal Fan) untuk menghasilkan sirkulasi udara.

Model Alternator
Model alternator untuk setiap jenis mobil itu berbeda-beda, tapi kebanyakan alternator mempunyai regulator yang berada didalamnya ( IC built In), namun untuk tipe yang lama mempunyai regulator diluar. Tidak seperti model yang lama, tipe yang punya IC bulit in ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya.

Tipe lainnya adalah model pulley alternator yang diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor. Alternator dengan tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari pulley-nya namun sudah mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin, tidak seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan.

Antara Aki dengan Alternator
Besaran daya yang terdapat alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang mempunyai daya 35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220 A. Karena berfungsi sebagai pembangkit daya listrik ke aki, apabila ada penambahan perangkat atau aksesoris mobil yang membutuhkan beban listrik yang besar / banyak, cukup dengan mengganti alternatornya bukan aki. Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi penyaluran tenaganya lebih kecil, maka aki akan tetap tekor. Jadi makin besar beban listrik yang dipakai, makin besar juga daya dari alternator yang harus dipergunakan.

Perawatan Alternator
Tidak ada hal khusus untuk merawat alternator, tapi apabila ada kerusakan dapat dideteksi secara dini melalui konsol dashboard yang terdapat gambar aki, apabila berkedip-kedip berarti tidak ada pengisian ke aki dan bisa jadi terdapat kerusakan pada alternator selain dari aki-nya. Aki sendiri berhubungan langsung dengan dinamo starter. Selain itu juga, jangan menambah beban listrik yang berlebihan pada kendaraan, karena dapat memperpendek umur dari alternator ataupun umur dari aki.

Karena terdiri dari bermacam-macam komponen, maka apabila ada kerusakan pada salah satu komponennya masih bisa diperbaiki (rekondisi). “pengerjaan kerusakan dari alternator bisa mencapai 3-5 jam tergantung dari tingkat kesulitan kerusakan dari alternator” ungkap Atek, komandan dari Galeri Alternator yang terletak dibilangan H. Nawi, Jakarta Selatan ini.

Dengan sistem rekondisi, Atek dapat memperbaiki alternator tersebut asalkan dengan kondisi kerusakan yang kurang dari 50% atau tidak terlalu parah. Apabila kondisi kerusakan lebih dari 50%, lebih baik diganti dengan model baru. Untuk kisaran harga rekondisi di galeri Alternator sendiri harga dipatok mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, semua tergantung dari kondisi si alternator itu sendir

Spesifikasi Honda All New City

•December 5, 2008 • 1 Comment

Aerodinamis Eksterior & Grill Segi Enam
All New Honda City yang merupakan generasi paling anyar dari Honda City ini telah hadir dengan wujud yang sangat jauh berbeda dengan generasi terdahulunya. Perubahan penampilannya sangat total, mulai dari bagian eksterior yang sangat mengedepankan kesan sporty sekaligus menawarkan kemewahan. Bagian bonnet yang membulat yang berfungsi meningkatkan aerodinamika telah dapat sekaligus memberikan wajah depan yang lebih sporty. Grill depan dengan bentuk segi enam mampu menyatu dengan lampu depan yang desainnya tajam memanjang hingga kebagian fender samping juga memperkuat unsur sporty dan aerodinamika yang kian sempurna.
Lampu belakang pentagonal & Spion 15% lebih lebar
Bagian belakang dengan desain high deck trunk dan cut off tail juga membuat penampilan All New City semakin tegas dengan garis aerodinamika yang dapat mengurangi hambatan angin hingga meningkatkan performa berkendara dan berimbas juga pada efisiensi bahan bakar. Lampu belakang yang dibuat dengan desain pentagonal 3 dimensi juga mampu memberikan nilai kemewahan yang lebih dan meningkatkan keamanan saat berkendara di malam hari karena mampu merefleksikan cahaya dengan lebih sempurna. Unsur safety juga ditingkatkan lagi dengan desain kaca spion yang memiliki view lebih lebar 15% dari model sebelumnya dan juga telah dilengkapi lampu sein.

Kabin Berkonsep “Cozy Lounge”

Kabin Berkonsep “Cozy Lounge”

Dimensi Lebih Besar & Kabin Berkonsep “Cozy Lounge”
Kabin All New City memiliki kapasitas terlapang di kelasnya dan telah mengusung berbagai fitur untuk menambahkan nuansa mewah, aman dan nyaman bagi pengemudi ataupun penumpangnya. Pabrikan telah melengkapinya kabin All New City yang berdimensi:
– panjang 4.395 mm (lebih panjang 5 mm dari model sebelumnya),
– lebar 1.695 mm (lebih lebar 5 mm dari model sebelumnya) dan
– tinggi 1.470 mm (lebih rendah 15 mm dari model sebelumnya)
– leg room lebih luas yang bertambah sebanyak 25 mm dari pendahulunya

Reclining Seat sebagai WOW feature
Dengan tambahan fitur seperti Reclining Seat (yang membuat kursi belakang dapat direbahkan lebih kebelakang) menjadikan All New City sebagai sedan pertama di kelasnya yang menawarkan luxury sampai sedemikian jauh. *(Fitur Reclining Seat hanya terdapat pada All New City tipe Reclining)

Pilar A lebih tipis 14 mm, Kaca Belakang Lebih Lebar, Multi Information Display
Visibility pengemudi pada All New City juga semakin baik dibandingkan dengan model sebelumnya, karena pilar A telah dibuat lebih tipis 14 mm serta sudah tidak terdapat lagi quarter window. Pandangan ke belakang pun kian luas dengan adanya kaca belakang yang lebih lebar dengan kursi belakang yang menggunakan retractable head rest. Informasi digital kendaraan untuk pengemudi All New City juga telah dilengkapi meter cluster untuk mengetahui odometer, tripmeter dan rata-rata konsumsi bahan bakar serta perliraan sisa jarak jelajah dengan kaca berbahan acrylic untuk meningkatkan kesan mewah.

Bagasi Besar dan Extra Containers Dalam Kabin
Bagasi All New City juga memiliki kapasitas hingga 506 liter berdasarkan pengukuran VDA dan ini adalah ukuran yang sangat besar untuk sedan di kelasnya. Selain itu kabin juga telah dilengkapi Glove Box ukuran besar, side box pada pintu depan, back seat pocket pada belakang bangku depan, penyimpan ponsel, armrest dengan konsol box, under seat storage hingga 7 buah cup holder.

Audio System Canggih
Kenyamanan berkendara pada All New City juga semakin bertambah, karena telah dilengkapi audio system dengan head unit 2 Din yang memungkinkan untuk memutar lagu dalam format MP3, WMA, WAV, sedangkan untuk All New City tipe Reclining dilengkapi head unit dengan fitur USB dan koneksi AUX sebagai tambahannya, sehingga kabin All New City lebih atraktif.

Mesin 1.5 Liter Generasi Baru
Kekuatan All New City didukung dengan mesin i-VTEC 1.5 L SOHC,  4 silinder dengan 16 katup yang telah merupakan penggabungan performa mesi VTEC, Torque Boos Resonator dan Drive By Wire (DBW) sehingga memiliki performa yang lebih mumpuni dengan efisiensi BBM tingkat tinggi. Kekuatan mesin ini telah memiliki tenaga yang meningkat 10 PS dari mesin Honda City generasi sebelumnya hingga menjadi 120 PS (HP) pada putaran 6.600 rpm dan 14kgm dengan torsi pada 4.800 rpm. Tingkat emisi mesin All New City juga telah memiliki standarisasi Euro 4 yang telah melebihi standar emisi Euro 2 yang ditetapkan di Indonesia.

Dengan mesin ini menjadikan tenaga All New City sangat besar namun memilki tingkat emisi yang lebih ramah terhadap lingkungan berkat pembakaran pada mesin yang lebih sempurna, sehingga gas CO dan HC+NOx yang merupakan jenis polutan telah berhasil dikurangi secara signifikan. Mesin All New City juga menggunakan dual air-fuel ratio control yang bekerja dengan Linear Air-Fuel Ratio (LAF) sensor dan sebuah sensor O2, sehingga pencampuran udara dan BBM lebih presisi.

Fitur Transmisi: Automatic 5 Speed Grade Logic Control
Performa berkendara All New City didukung dengan sistem transmisi otomatis 5 percepatan dengan fitur Grade Logic Control agar kinerja tranmisi lebih optimal. Sistem ini bekerja ersamaan dengan Active Lock Up System, yang berfungsi untuk memberikan jeda waktu pergantian gigi yang menjadi lebih pendek serta akselerasi yang semakin cepat untuk mengurangi hentakan saat perpindahan gigi. Teknologi lainnya adalah adanya Shift Hold Control, yaitu sistem pengaturan perpindahan transmisi secara komputerisasi. Sistem ini mampu membuat mobil dapat melaju dengan lebih lincah dan mulus, terutama pada jalan yang berbelok

Safety Feature: ABS/EBD/BA/SRS/G-CON/ACE/dll…
All New City telah termasuk salah satu mobil dengan tingkat keamanan tertinggi di kelas mini sedan. Berbagai perangkat keamanan telah diaplikasikan dalam All New City, seperti teknologi ABS (Antilock Braking System), EBD (Electronic Brake Force Distribution dan BA (Brake Assist) serta Neck Shock Mitigation Seat, Seat Belt dengan Pretensioner dan load limiter, dual SRS Airbags. Struktur body G-CON yang dipadukan dengan teknologi Advance Compactibility Engineering (ACE) yang telah diuji melalui uji tabrak (Crash Test) menyeluruh di Real World Crash Test Facility Honda di Tochigi Jepang.

Rancangan struktur pedestrian safety body juga diterapkan pada All New City untuk meminimalkan cedera pada pejalan kaki jika terjadi tabrakan. Fitur keamanan lainnya yang ada adalah adanya Immobilizer Anti-Theft System dan Security Alarm.

——— Summary ——–

Mesin:
1.5 L I-Vtec SOHC 120ps Euro 4 Silinder, 16 Katup dan teknologi Drive By Wire serta Torque Boost Resonator
Kompresi 10,4:1
Daya Maksimum KW(ps)/rpm : 88(120)/6.600
Momen Puntir Kg-m(Nm)/rpm : 14,8/4.800

Dimensi Baru VS Lama: City 2008 & City 2006
Panjang 4.395mm (+5mm)
Lebar 1.695mm (+5mm)
tinggi 1.470mm  (-15mm)

kaki-Kaki:
Ban: 175/65 R15 dan 185/55 R16
Velg: Alloy 15′ x 5 1/2 J dan 16′ x 6 J
Rem ABS/EBD/BA: Ventilated Disc (depan), Disc (belakang)
Suspensi: Machperson Strut (depan), H-Shape Torsion Beam (belakang)

Sistem Audio :
Type S   : JVC KW-XG706H 2 Din, Single Disc, MP3/WMA/USB/AUX/iPod ready
Type RS : Kenwood DPX MP5110U 2 Din, Single Disc, MP3/WMA/WAV/USB/AUX/iPod/Illumination Display/SRS WOW effect

Sabuk pengaman:
Depan: 3 point ELR x 2
Belakang: 3 point ELR x2 + 2 point ELR x 1

Fitur & Keterangan Lain:
Neck shock mitigation seat
Key and lamp sound indicator
Radius Putar: 5 meter
Kapasitas Tangki: 42 liter
Berat kosong: 1.095 Kg – 1.155 Kg

Hindari Masalah Kopling Selip

•December 5, 2008 • Leave a Comment

Setiap pengemudi kendaraan bermotor, baik itu roda empat maupun roda dua, bisa dipastikan mengenal istilah kopling (Clutch). Peranti kopling sangat penting dan pasti ada dalam setiap mesin mobil baik yang bertransmisi manual ataupun otomatis. Karena fungsi dari kopling itu sendiri secara awam adalah sebagai penyambung tenaga mesin ke transmisi penggerak roda sehingga mobil mampu bergerak.

Bedanya, pada kendaraan bertransmisi manual, pengemudi harus menginjak pedal kopling untuk dapat memindahkan gigi transmisi dan melepasnya kembali agar mobil bergerak maju ataupun mundur, sedangkan yang bertransmisi otomatis kopling akan bekerja secara otomatis. Kopling secara umum terdiri dari beberapa komponen, yaitu Rumah Kopling (Clutch Housing), Per Kopling (Spring Clutch) dan yang paling populer karena dapat menipis akibat pemakaian adalah Kanvas Kopling (Clutch Facing). Pelat kopling adalah ujung tombak yang berhubungan dengan flywheel atau roda gila yang akan mengalirkan tenaga ke transmisi mobil.

Kanvas-kanvas kopling pada mesin yang menyala akan saling bergesekan pada saat transmisi bekerja menggerakkan mobil, dari gesekan tersebut lama-kelamaan akan dapat membuat kanvas kopling menipis (Aus). Bila kanvas kopling telah aus maka akan terjadi selip pada kopling dan tanda-tandanya umumnya baik mobil transmisi manual ataupun matik adalah seperti :

  1. Tenaga mesin mobil terasa berkurang, terutama ketika menanjak.
  2. Antara RPM mesin dan kecepatan tidak sebanding, contohnya seperti putaran mesin tinggi namun laju mobil seperti tertahan
  3. Perpindahan gigi tranmisi terasa keras dan kasar, untuk transmisi matik terasa kasar pada saat perpindahan transmisi dari D ke P atau sebaliknya.

Jika telah merasakan hal seperti ini, sebaiknya segera lakukan penggantian kanvas kopling agar tidak terjadi keusakan komponen lain dari kopling. Karena jika dipaksakan terus menerus juga akan berakibat mesin jadi boros BBM serta yang paling fatal mobil sama sekali tidak dapat berjalan.

3 Cara Agar Kopling Awet
Menipisnya kanvas kopling tidak bisa ditentukan secara pasti, karena keawetan masa pakainya tergantung dari berbagai hal. Berikut SO akan memberi informasi bagaimana agar kanvas kopling lebih awet :

  1. Jangan menggunakan setengah kopling saat macet dijalan menanjak untuk menahan mobil agar tidak mundur ataupun kebiasaan terlalu lama menginjak pedal kopling. Biasakanlah menggunakan bantuan rem tangan untuk menahan agar mobil tidak mundur disertai dengan posisi gigi netral dan segera lepaskan pedal kopling setelah melakukan perpindahan gigi khususnya pada transmisi manual.
  2. Pilih dan gunakanlah oli yang berkualitas serta rajin menggantinya secara berkala. Untuk mobil matic, disarankan mengganti oli transmisi setiap 5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu, setiap 20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti dengan penggantian filter oli transmisi. Hal ini untuk mengeluarkan serpihan-serpihan serbuk halus akibat kanvas kopling yang saling bergesekan.
  3. Pada mobil transmisi manual, biasakanlah melakukan perpindahan transmisi dengan sedikit menurunkan putaran (rpm) mesin. Pada mesin otomatis, biasakanlah memberhentikan dulu mobil sebelum melakukan perpindahan tranmisi dari D ke P ataupun sebaliknya. Perpindahan persneling dari D (Maju) ke P (Mundur) ataupun sebaliknya yang terburu-buru hingga tidak menunggu hingga roda berhenti berputar, bisa berakibat terjadi benturan yang keras pada bagian transmisi karena keadaan yang tidak tepat serta menyebabkan kanvas kopling bergesekan keras sehingga cepat terkikis.

Mendeteksi penyakit mesin dari busi

•June 23, 2008 • 2 Comments

Perangkat pemercik api ini ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi kondisi mesin dengan memperhatikan warna ujung elektroda.

Bila berwarna abu-abu terang atau coklat kemerahan, anda tenang saja karena berarti mesin berada dalam kondisi fit baik itu kondisi mesin, waktu pengapian dan setting mesin.

Bila ujung insulator, eletroda dan busi tertutup jelaga hitam serta sisa pembakaran yang halus dan kering, sebaiknya anda segera memeriksa mekanisme cuk,saringan udara dan kalau perlu mengganti busi. Kemungkinan ada yang tidak pas dengan onderdil-onderdil itu. Kalau diabaikan maka konsumsi bahan bakar akan boros, asap berwarna hitam dan sukar start saat mesin dingin.

Warna ujung insulator yang kuning agak coklat muda dan mungkin muncul warna hijau biasanya menunjukkan kemungkinan bensin atau oli yang tercemar air atau aditif yang kurang cocok. Akibatnya, mesin loyo, lamban berakselerasi, terengah-engah dan knalpot meledak-ledak.

Jadi rajin-rajinlah membersihkan dan merawat busi. Karena busi yang terawat akan mendukung mesin bekerja dengan baik. Bersihkan busi setiap 2,500 km dan gantilah bila telah menempuh 20,000 km

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.