Volkswagen Phaeton

Volkswagen kembali memperkenalkan sedan ultra mewah yang juga flagship merek ini, Volkswagen Phaeton di Geneva Motor Show. Volkswagen menambah pilihan mesin diesel, dan tetap mempertahankan tiga mesin bensin yang sudah ada sebelumnya.

Meskipun diakui sebagai sedan berkualitas dan memenuhi semua ekspektasi dari sedan mewah, VW Phaeton generasi pertama harus menjalani hari-hari berat dalam penjualan.
Pasalnya, meskipun berkatagori sedan mewah, logo di grillenya tetap VW yang konotasinya sedan murah, sedan rakyat. Sementara pesaingnya, didukung merek lebih prestisius. Tapi VW tidak patah arang, kini mencoba lagi.

Fitur yang ditonjolkan dari Phaeton baru ini adalah mesin diesel 223ps TDI, mesin diesel besar pertama yang memenuhi regulasi standar Euro-5 -yang efektif berlaku 2009-yang mengurangi emisi partikel hingga 80%. Mesin V6 turbo diesel ini menjadikan Phaeton mobil pertama di dunia yang memenuhi regulasi Euro-5. Dengan teknologi common-rail direct injection, mesin ini mengkosumsi 9.6 liter per 100km dan semburan CO2 adalah 259g/km, terbilang sangat rendah untuk mobil mewah. Top speed mencapai 236km/jam. Sebagai alternatif, Phaeton mempertahankan mesin bensin V6, V8 dan W12 yang memproduksi daya 177 kW / 241ps hingga 331 kW / 450ps.

Selain mesin diesel baru, fitur/sistem yang diperkenalkan lewat Phaeton baru ini meliputi Adaptive Cruise Control yang kini dilengkapi Follow-to-Stop function, Front Assist, Side Assist lane change assistant dan lampu beam menyala otomatis bila mobil melaju di Autobahn (nama jalan tol di Jerman) dan juga bila hujan. Lampu akan menyala otomatis bila mobil melaju dengan kecepatan mulai 140km/jam selama sepuluh detik. Yang juga baru adalah sistem navigasi dengan dukungan teknologi DVD dan sejumlah fungsi baru, dan voice-controlled Bluetooth telephone plus memori 1000 nomor telepon.

Exterior baru dikenal lewat penambahan strip chrome di bagian bawah apron depan dan disain baru baru lampu utama bi-xenon yang juga dilengkapi dynamic dan cornering headlamps. Plus LED daytime yang ditata dalam pola strip tipis, horizontal dibagian bawah headlamp housing. Lampu LED ini otomatis hidup ketika kunci ignition diputar. Ubahan lain, 19 inch alloy wheel dengan disain baru.

Teknologi baru yang diperkenalkan termasuk Front Assist yang mampu memperpendek jarak pengereman dan bertugas mencegah benturan depan. Sistem ini memanfaatkan sensor untuk memonitor jarak antar kendaraan depan Phaeton. Ketika jaraknya terlalu dekat, pengemudi mendapat peringatan dalam dua tahap. Bersamaan dengan itu, mobil dipersiapkan untuk hard braking. Pada situasi tertentu, sistem ini mencegah rem bekerja terlalu dini. Rem bekerja begitu pedal tersentuh. Inilah rahasia jarak pengereman bisa dikurangi.

Side Assist adalah sistem pembantu yang memonitor area dibelakang dan didepan Phaeton, menggunakan radar di bumper belakang, dan samping kiri serta kanan mobil. Sistem ini membantu pengemudi ketika berpindah jalur dengan aman. Bila ada potensi tabrakan, sistem memberi sinyal dengan indikator lampu di ruma spion. Daya jangkau sensor adalah 50m dibelakang dan 3.60 meter di kiri/kanan mobil.

~ by The Owner on May 22, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: