Cek fluida mobil

Merawat mobil bukan pekerjaan sulit. Asal rajin dan teliti, mobil bisa bekerja memuaskan. Salah satu komponen yang harus diperiksa secara berkala adalah fluida pada mobil. Fluida ini seperti darah bagi manusia. Bila kondisinya bagus, jumlahnya cukup dan beredar sempurna, maka kerja mobil akan optimal.

Memeriksa fluida ini sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Langkah pertama adalah menyiapkan lap bersih dan memarkir mobil ditempat rata. Disarankan, sebelum melakukan pemeriksaan, mobil dikendarai beberapa km agar suhu dan kekentalan fluida berada kondisi normal/kerja.

Selain itu, disarankan agar setiap perubahan/penambahan fluida mengacu pada buku manual pemilik. Periksa persyaratan spesifik fluida agar sesuai rekomendasi. Buku manual ada yang menyertakan ilustrasi/petunjuk untuk melakukan pemeriksaan.

1. Memerika oli mesin

Oli mesin ini berfungsi melumasi semua bagian mesin yang bergerak agar bebas friksi. Memeriksa dan mengganti secara berkala sangat-sangat-sangat penting untuk mempertahankan peforma mesin dalam kondisi optimal.

Yang perlu dilakukan, pertamakali adalah mencari dipstick/tangkai oli yang terpasang pada mesin. Tidak sulit, karena biasanya posisinya gampang dicari, atau handelnya berwarna cerah. Tarik tangkai itu, bersihkan oli yang menempel dengan lap bersih. Pada ujung bawahnya biasanya terdapat dua tanda yang mengindikasikan ‘full’ dan ‘low’. Tanda bisa tulisan, garis, ataupun takik-an.

Sisipkan kembali dipstick kelobangnya lalu tarik lagi. Perhatikan batas oli yang terlihat disitu. Bila batas oli diatas batas ‘low’ berarti volumenya dalam batas aman. Kalau dibawah batas ‘low’ berarti harus ditambah. Perhatikan pula warnanya. Oli yang baik berwarna coklat keemasan. Kalau hitam berarti waktunya diganti. Perhatikan pula kekentalannya. Oli yang bagus biasanya lebih kental dari minyak goreng.

Menambah oli bisa dilakukan dengan mengisi lewat bagian atas mesin. Disana ada penutup berulir yang bisa dibuka untuk mengisi oli. Isi sedikit-demi sedikit. Setiap kali dicek dengan mencelupkan dipstick. Isi sampai diatas garis ‘low’ dan jangan lebih dari ‘full’. Mengisi lebih dari full hanya menambah beban kerja mesin.

2. Oli transmisi

Fluida ini berfungsi melumasi komponen transmisi agar proses perpindahan gigi bisa mudah dan halus. Oli ini harus bersih, berwarna pink, dan tidak ada bau terbakar. Pada beberapa model mobil, pemeriksaan oli ini dilakukan ketika mesin hidup. Untuk memastikan periksa buku manual pemilik.

Prosedur pemeriksaan sama dengan memeriksa oli mesin. Untuk membedakan dipstik, selain warna tuasnya berbeda, dipstick oli transmisi juga lebih panjang. Kalau oli berada di bawah tanda ‘low’ maka oli harus ditambah. Pada beberapa mobil penambahan bisa dilakukan lewat lobang tempat dipstick. Pastikan lewat buku manual.

3. Radiator collant

Radiator collant adalah campuran air dengan aditiv yang membuat titik didihnya lebih tinggi dan titik beku lebih lebih rendah dari air. Ini untuk mengkompensasi kerja mesin yang ekstrim. Biasanya berwarna hijau dan kekentalannya seperti air.

Memeriksa fluida ini dilakukan dengan memperhatikan wadah penampungnya yang terletak di samping radiator. Disana ada batas bawah dan atas. Fluida harus berada diatas batas bawah. Tambah bila kurang.

Bila tidak ada wadah penampung ini, pemeriksaan dilakukan dengan membuka tutup radiator. Awas, jangan membuka tutup radiator ketika mesin panas. Air panas bisa menyembur keluar. Bukalah ketika mesin benar-benar sudah dingin. Bila fluida berada kurang lebih 1 inch dibawah leher, berarti cukup, dibawah itu tambah

4. Minyak rem

Nasib rem bahwa tidak boleh gagal setiap kali bekerja. Bayangkan akibatnya bila sekali saja gagal bekerja. Rem bekerja dengan sistem hidrolis, dimana master cylinder memompa fluida ke rem untuk menghentikan mobil.

Pada mobil keluaran baru, memeriksa minyak rem bisa dilakukan dengan mudah lewat wadah penampung yang letaknya dibagian atas kompartemen mesin. Normalnya, minyak rem akan berkurang sejalan dengan ausnya rem. Kondisinya ini masih aman selama tinggi minyak rem tidak berada di bawah tanda ‘low’. Kalau berada di bawah tanda itu, minyak rem perlu ditambah. Sebelum membuka wadah, pastikan wadah bersih dari segala kotoran. Isi sampai batas atas.

5. Minyak power steering

Untuk memeriksa fluida, semudah memeriksa radiator collant. Cukup memperhatikan ketinggian fluida dalam wadah yang terletak dibagian atas kompartemen mesin. Tambah bila dibawah batas low. Isi sampai batas penuh.

Cairan yang menetes dari mobil bisa mengindikasikan kondisi mobil. Untuk memeriksanya, letakkan koran dikolong mobil dibawah tetesan. Jenis fluida yang menetes bisa diketahui dari warnanya.

Hijau muda, biru pastel atau orange berarti mesin overheated atau coolant yang bocor. Ada kemungkinan slang, water pump atau radiator ada masalah. Noda merah berarti ada minyak rem atau transmisi bocor. Coklat tua atau hitam berarti oli mesin bocor. Ini mungkin ada masalah pada gasket. Cairan bening seperti air tidak bermasalah karena berasal dari kondensasi AC mobil.

~ by The Owner on June 23, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: